Pelatihan…Pelatihan

Dalam bulan ini banyak sekali pelatihan-pelatihan yang diadakan di tingkat universitas dan fakultas, terutama 2 minggu ini saya mengikuti pelatihan tentang pembuatan buku ajar dan bahan ajar Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)…Terus terang sebelumnya seringkali sudah dibahas tentang KBK ini dalam pelatihan PEKERTI dan AA. Hal ini terkait dengan peraturan dari Dirjen DIKTI tentang perubahan proses pembelajaran dari sistem Teacher Center Learning (TCL) yaitu cara sistem konvensional, dosen sebagai pemberi kuliah dengan sistem baru Student Center Learning (SCL), mahasiswa yang lebih aktif belajar, mencari sendiri, diskusi dan melakukan rekonstruksi terhadap mata kuliah…nah pada sisitem baru ini, dosen hanya sebagai fasilitator, membimbing mahasiswa dalam proses pembelajaran…

Memang melakukan proses pembelajaran bukan hal mudah…perubahan sistem pembelajaran merupakan harapan pemerintah dan dunia pendidikan untuk melahirkan sarjana yang mempunyai kompetensi…tidak hanya mempunyai tingkat kognitif (IQ) tinggi, tapi juga memiliki keterampilan atau skill (psikomotorik) dan yang paling penting mempunyai sikap yang baik (afektif) dalam berhubungan dengan orang lain atau lingkungan.

(Continued…)

Advertisements

3 Responses to Pelatihan…Pelatihan

  1. putrinilam says:

    Buk Minda..

    saya pribadi sangat setuju dengan sistem Student Center Learning (SCL, karena menuntut kita untuk lebih aktif untuk menggali lebih dalam apa saja materi yang sudah diberikan..

    Contoh yang sering mahasiswa lakukan adalah diskusi disertai membuat makalah. Tapi ada hal yang mengganjal dalam hati kami, terutama angkatan 2006.

    Gak pa2 ya buk klo saya ungkapkan disini :

    1. Saat diskusi kalo bisa kelengkapan makalah itu benar2 diperhatikan. Siapa tau ada bahan yang salah, ngga tepat atau kurang lengkap. Lalu saat diskusi, klo bisa dosen mengoreksi dan melengkapi jawaban dari diskusi tersebut. karena jawaban yang kita ungkapkan terkadang kurang benar.

    2. Ada beberapa materi ujian yang diambil dari makalah tersebut. Tanpa ada panduan dari dosen yang bersangkutan. Kalo bisa, setidaknya kami diberi dulu silabus/ pedoman yang berisi point2 yang harus kami capai dalam pembelajaran.

    Semoga menjadi bahan pertimbangan bagi ibuk dan dosen2 lainnya..

    ^_^

  2. onlyminda says:

    Terima kasih nilam atas saran dan masukannya bagi peningkatan kualitas pembelajaran…sedikit memberikan jawaban atas unek2 angkatan 2006..
    1. Masalah lengkap atau tidaknya makalah tergantung dari tujuan yang ingin dicapai…biasanya ini mungkin sekalian menjawab tentang pedoman dan silabus mata kuliah…silabus/pedoman mk diperoleh mahasiswa sebelum pertemuan pertama perkuliahan kemudian dibahas pada pengantar perkuliahan atau disebut kontrak perkuliahan..silabus ini sudah disampaikan ke ketua kelas atau PJ mata kuliah u/ diperbanyak dan dibagikan kepada teman2nya…di silabus tujuan yang ingin dicapai di masing-2 topik diskusi sudah ada…nah bagaimana mahasiswa mengembangkannya..ilmu tidak hanya berasal dari dosen tapi bagaimana mahasiswa mencari dan mengembangkannya asal konsep atau teori yang didapat berasal dari sumber yang bisa dipercaya seperti buku teks atau jurnal-jurnal…dan mungkin saja dosen mendapatkan informasi baru dari mahasiswa…
    2. Mengenai salah benarnya makalah terkadang mahasiswa juga memberikan makalah 1 hari sebelum kuliah bahkan ada juga saat kuliah dimulai..sebaiknya paling lambat 2 hari sebelum presentasi sehingga sebelum diskusi bisa dikoreksi terlebih dahulu oleh dosen yang bersangkutan…namun yang sebenarnya SCL adalah dosen hanya sebagai fasilitator (coba nilam tanya mahasiswa di kedokteran bagaimana mereka kuliah di kelas dg sistem blok..mereka murni menggunakan SCL dg sistem problem Based learning) tidak ada intervensi dosen menyatakan salah benar…tapi kita belum mengadop sistem SCL dg metode PBL…disini dosen masih ada membahas/mendiskusikannya…nah sebaiknya dalam diskusi mahasiswa juga turut memberikan perhatian, mahasiswa yang tidak presentasi juga harus mempelajari materi yang akan disampaikan sehingga diskusipun akan berkembang lebih baik..
    3. Mengenai materi ujian dari makalah..saya rasa harusnya begitu..bahkan dari diskusi yang berkembang bisa juga menjadi soal ujian..nah itu bagaimana pemahaman mahasiswa mengenai materi yang disampaikan
    Mudah-2 an nilam dan mahasiswa yang lain lebih paham ya dengan sistem yang baru ini…kalaupun ada kelemahan disana sini dalam proses pembelajaran, bisa menjadi evaluasi untuk perbaikan di semester berikutnya…

  3. fitri says:

    dosen sebagai fasilitator sebaiknya juga mengarahkan jalannya diskusi dan tidak melebar tapi mengerucut so sistem PBL di australia pun dosen boleh intervensi. ok bu minda good lecturer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: